Unta Masuk ke Lubang Jarum
Oleh admin • May 9th, 2008 • Kategori: IPTEKSesungguhnya orang-orang yang mendustakan dan sombong kepada ayat-ayat Kami, Tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit, Dan mereka tidak akan masuk surga, Sampai unta bisa masuk ke lubang jarum, Dan begitulah balasan untuk orang yang terkutuk (QS. Al A’raf [7]: 40)
Kitab tafsir menjelaskan ayat di atas mengandung ajaran keimanan dan akhlak. Orang kafir dan sombong tidak akan masuk surga, sebagaimana mustahilnya unta masuk ke lubang jarum. Tapi benarkah itu mustahil?
Karl Schwarschild, pakar astrofisika menyatakan, black hole -lubang hitam- merupakan suatu objek aneh di ruang angkasa, dibungkus oleh sesuatu yang disebut event-horizon. Apa pun yang masuk melintasi batas itu akan meluncur ke dalam, tidak akan bisa kembali. Menurut Timothy Ferrys, semakin mendekati dasar lubang, gravitasi akan semakin kuat menyedot, dahsyatnya bisa diumpamakan, apabila kaki yang masuk duluan, kepala ketinggalan. Maka seekor unta yang masuk ke sana akan terulur menjadi sebesar benang sehingga bisa masuk ke lubang jarum. Penggambaran yang dikemukakan Timothy persis seperti dalam surat Al A’raf di atas. Allahu Akbar.
Walhasil unta tidak mustahil masuk lubang jarum. Dalam kitab tafsir At-Thabary disebutkan, Ibnu Abbas membaca al jamalu yang berarti unta, dengan al jummalu yang berarti tali tambang pengikat kapal. Nah, tambang lebih tipis dari ukuran unta, lebih tidak mustahil masuk lubang jarum di black hole. Para ahli menyebut black hole sebagai gerbang, tempat masuk. Persis istilah Al Qur’an dalam ayat di atas, “abwabus sama’i“, pintu gerbang langit. Di dasar lubang hitam, ruang dan waktu berhenti menjadi singularitas, persis sebagaimana pernyataan QS. Yasin [36]: 64 yang menyatakan “Bila Kami kehendaki tentu akan Kami jadikan mereka tetap terpaku di tempatnya, tidak bisa maju tidak bisa mundur.”
Black hole adalah bintang yang setelah proses thermonuklir-nya padam, runtuh ke dalam karena kekuatan gravitasinya sendiri, sehingga cahaya pun tersedot, tidak bisa memancar keluar, maka menjadi gelap dan hitam. Menurut Martin Rees, dalam Our Cosmic Habitat, ruang angkasa “dilobangi” oleh terbentuknya black holes. Istilah ini persis dengan isyarat Al Qur’an dalam QS. At-Thariq [86]: 1-3, “Demi langit dan yang datang pada malam hari, tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu? (yaitu) bintang yang cahayanya melobangi“.
Kata tsaqib dalam bahasa Arab artinya membuat lubang kecil seperti dengan jarum atau paku. Jadi rupanya Allah SWT mengungkapkan rahasia-rahasia alam ciptaan-Nya dalam Al Qur’an dengan cara menarik rasa penasaran kita terhadap kalimat-kalimat tertentu. Bila kita pasif saja, tentu tak akan menemukan hikmah lebih dalam. Islam akan bisa maju bersaing di dunia bila para ilmuwan muslim senantiasa kritis menggali ungkapan-ungkapan tersembunyi dalam ayat-ayat Al Qur’an.
Fenomena unta masuk lubang jarum, yang dulu ditafsirkan mustahil, sekarang harus diralat sebagai suatu yang mungkin saja terjadi. Tetapi bagaimana kaitannya dengan mustahilnya orang kafir masuk surga? Dalam QS. Al Bayyinah [98]: 6-8 Allah berfirman, “Sesungguhnya orang-orang kafir ahli kitab dan orang-orang musyrik akan masuk neraka jahannam, mereka kekal di dalamnya, merekalah seburuk-buruk makhluk. Sesungguhnya orang-orang beriman dan beramal saleh, merekalah sebaik-baik makhluk, balasan mereka di sisi Tuhan adalah surga ‘Adn yang mengalir sungai di bawahnya, mereka kekal abadi di dalamnya.”
Allah membedakan sifat kekal di neraka dan kekal abadi di surga, artinya tidak mustahil setelah direbus jutaan tahun di neraka seorang kafir akhirnya dibebaskan dengan izin Allah. Unta tidak mustahil masuk lubang jarum, tetapi dengan penderitaan berat tersedot di black hole. Orang kafir juga barangkali tidak mustahil akhirnya masuk surga dengan kemahakuasaan Allah, tetapi dengan sukar sekali, setelah penderitaan maha panjang siksa neraka. Bukankah ada hadits mengenai manusia paling akhir yang keluar dari neraka dan dimasukkan ke surga? Juga hadits lain yang mengisahkan seorang anak saleh yang enggan masuk surga karena ayah ibunya ada di neraka, akhirnya Allah membebaskan kedua orangtuanya sebagai balasan kesalehan anaknya? Al Qur’an tetap konsisten, baik ditafsirkan dari ilmiah maupun secara riwayat. Wallahu A’lam.
(Sumber: Percikan Sains dalam Al Qur’an)