Menggapai Kemuliaan dengan Menebar Amal Sebanyak yang Kita Bisa
Oleh admin • May 6th, 2008 • Kategori: LenteraInna akramakum indallahi atqakum. Demikian Allah menunjukkan kepada kita hakikat mulia di sisi-Nya. Bukanlah yang paling mulia adalah yang paling kaya, atau yang paling tinggi jabatannya, yang paling cerdas, atau yang paling baik parasnya. Allah Maha Adil, sehingga siapapun tanpa pandang bulu, berkesempatan menjadi termulia. Allah tandaskan yang termulia di antara kita di sisi-Nya adalah yang paling bertakwa.
Takwa tiada lain dan tiada bukan, muncul dari jiwa-jiwa yang tunduk taat kepada-Nya, didasari iman yang teguh kepada syari’at-Nya. Refleksi iman yang benar adalah dengan amal-amal shalih yang menghiasi kehidupan kita sebagaimana yang tersurat dalam QS. Al Ashr ayat 3, orang yang beruntung adalah orang yang beriman dan beramal shalih, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam menetapi kesabaran.
Sekian banyak amal berpeluang untuk membawa kita menjadi manusia yang mulia. Amal tidak harus besar dan monumental. Rasul memberikan arahan, amalan yang istiqamah meskipun kecil lebih dicintai Allah. Cobalah kita berkaca pada amalan Bilal, yang terompahnya saja sudah terdengar di surga, karena amalan wudhu’ dan shalat syukrul wudhu’nya.
Allah memotivati manusia untuk beramal dengan ayat-Nya di QS. Al Baqarah ayat 261. Pohon amal yang luar biasa. Setiap harta yang kita infaqkan di jalan Allah bisa berbalas 700 kali lipat. Selanjutnya amalan yang sangat mudah kita lakukan (namun kadang kita lupakan) adalah mengawali aktivitas kita dengan Basmalah dan mengakhirinya dengan Hamdalah. Amalan ini membuat aktivitas tersebut bernilai ibadah. Lalu, amalan yang ringan namun bernilai sedekah misalnya dengan sungging senyum ramah kita kepada saudara kita, kemudian salam yang menghilangkan kedengkian dan menumbuhkan kedamaian. Bacaan Qur’an kita, yang oleh Rasul dikabarkan 1 huruf berbalas 10 kebaikan. Bacaan Qur’an kita juga yang berkesempatan menjadi syafa’at kelak ketika di akhirat. Atau lafal “Subhaanallaah wabihamdih subhaanallaahil azhiim”, yang ringan di ucapan namun berat di timbangan kelak.
Jadi, untuk menebar benih amal shalih sebenarnya bukanlah perkara yang memberatkan. Justru dari amalan keseharian, dari yang kecil-kecil itulah barangkali yang akan membawa kita kepada kemuliaan. Kalau tidak beramal mulai dari sekarang, kapan lagi?