<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>DZIKR Community</title>
	<atom:link href="http://dzikr.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dzikr.com</link>
	<description></description>
	<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 18:18:31 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir</title>
		<link>http://dzikr.com/barangsiapa-beriman-kepada-allah-dan-hari-akhir/</link>
		<comments>http://dzikr.com/barangsiapa-beriman-kepada-allah-dan-hari-akhir/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2008 17:59:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dzikr.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata baik atau diam.
Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah menghormati tetangganya.
Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah menghormati tamunya.
(HR. Bukhari-Muslim)
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata baik atau diam.<br />
Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah menghormati tetangganya.<br />
Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah menghormati tamunya.<br />
(HR. Bukhari-Muslim)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dzikr.com/barangsiapa-beriman-kepada-allah-dan-hari-akhir/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Shalahuddin Al Ayyubi, Sang Gagah Berhati Mulia</title>
		<link>http://dzikr.com/shalahuddin-al-ayyubi-sang-gagah-berhati-mulia/</link>
		<comments>http://dzikr.com/shalahuddin-al-ayyubi-sang-gagah-berhati-mulia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2008 17:58:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Jejak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dzikr.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Ia lahir pada tahun 1137 M. Mendapat latihan awal dari ayahnya yang termasyhur -Najmuddin Ayyub- dan juga pamannya yang berjiwa ksatria -Asaduddin Sherkoh-. Shalahuddin adalah pahlawan perang salib yang menjadi buah bibir tidak hanya di kalangan Islam, tetapi juga di kalangan Kristen, sebab di balik kegagahannya tersembunyi kelembutan dan kasih sayang kepada seluruh manusia apapun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ia lahir pada tahun 1137 M. Mendapat latihan awal dari ayahnya yang termasyhur -Najmuddin Ayyub- dan juga pamannya yang berjiwa ksatria -Asaduddin Sherkoh-. Shalahuddin adalah pahlawan perang salib yang menjadi buah bibir tidak hanya di kalangan Islam, tetapi juga di kalangan Kristen, sebab di balik kegagahannya tersembunyi kelembutan dan kasih sayang kepada seluruh manusia apapun agamanya.</p>
<p>Seperti yang diketahui oleh banyak orang, Perang Salib adalah perang yang paling ganas sepanjang sejarah manusia, dalam perang itu ada badai kefanatikan liar Kristen Eropa menumpahkan kemarahannya kepada orang-orang Asia Barat. &#8220;Perang Salib&#8221;, kata seorang pengarang Barat, &#8220;Merupakan salah satu episode paling gila dalam sejarah.&#8221; Kaum Kristen menghasut diri mereka sendiri untuk melakukan peperangan melawan pengikut Nabi Muhammad dari satu ke lain ekspedisi selama hampir 3 abad. Pada masa itu kata Hallam -pengarang Barat itu- kalau ada tentara salib memikul tiang salib, maka ia berada dalam perlindungan Gereja dan dibebaskan dari semua pajak serta sekaligus mendapat kebebasan untuk melakukan dosa. Tentara Salib memperoleh sukses awal dengan menaklukkan bagian terbesar dari Syiria dan Palestina, termasuk kota suci Yerussalem. Ketika penghancur kota Islam Antioch, Mill, seorang sejarawan  Kristen memberikan kesaksian atau bukti tentang pembantaian penduduk Islam. Ia menulis : &#8220;Martabat, Usia, keputusasaan pemuda, kecantikan kaum wanita tidak dihiraukan oleh bangsa Latin yang biadab itu. Rumah tak dapat lagi menjadi tempat berlindung dan suasana masjid berubah, tentara Salib menduduki kota-kota di Syiria, membantai penduduknya dengan darah dingin, dan membakar sampai jadi abu seluruh benda seni dan pengetahuan lain yang tak ternilai harganya berisi lebih dari 3 juta jilid bahan bacaan. Jalan-jalan digenangi darah.&#8221; Syukurlah tepat pada bagian kedua abad ke-12 Masehi, ketika tentara salib berada pada puncak kebengisan dan raja-raja Jerman, Perancis, Richard &#8216;The Lion Heart&#8217; telah menguasai masing-masing medan untuk menaklukkan tanah suci Yerussalem, tentara salib berhadapan dengan Sultan Shalahuddin Al Ayyubi, seorang prajurit yang mampu memukul mundur pasukan Kristen yang datang bergelombang.</p>
<p>Saat pembantaian di Yerussalem, tanah wakaf dari khalifah Umar Ibnul Khatab itu kata Mill Raymond d&#8217;Agiles : Saya menyaksikan di bawah serambi masjid yang melengkung itu genangan darh mencapai keda;aman selutut dan mencapai tali kekang kuda. Lalu kata Mill : Rasa kasihan tidak boleh diperlihatkan kepada kaum muslimin, orang-orang yang dikalahkan itu diseret ke tempat-tempat umum dan dibunuh, semua wanita yang sedang menyusui, anak-anak gadis dan anak-anak laki-laki tubuhnya dikoyak-koyak, tak ada hati yang lebih dalam keharuan atau yang tergerak untuk melakukan kebajikan melihat peristiwa mengerikan ini.</p>
<p>Sebaliknya, ketika Shalahuddin merebut Yerussalem pada tahun 1187 M, ia memberi ampunan kepada orang-orang Kristen yang tinggal di kota, hanya orang-orang yang pernah bertempur dan pejuang-pejuang kristen yang diminta meninggalkan kota, setelah membayar tebusan yang sama nilainya dengan yang pernah mereka ambil. Bahkan sering Sultan memberikan uang tebusan dari sakunya sendiri, di samping memberi mereka ongkos transportasi.</p>
<p><em>Wahai, terbuat dari apakah hati Shalahuddin? Betapa jiwa pemenangmu tidak menindas, tetapi memberi rahmat.</em></p>
<p>(Jamil Ahmad, &#8220;Seratus Muslim Terkemuka&#8221;. Pustaka Firdaus, hal. 399)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dzikr.com/shalahuddin-al-ayyubi-sang-gagah-berhati-mulia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Di Balik Romantisnya Bulan</title>
		<link>http://dzikr.com/di-balik-romantisnya-bulan/</link>
		<comments>http://dzikr.com/di-balik-romantisnya-bulan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2008 17:51:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[IPTEK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dzikr.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Majalah Royal Wings edisi Desember 2001 yang terbit di Yordania, memuat satu artikel menarik tentang bulan. Sudah sejak dahulu kala bulan menjadi simbol suasana romantis. Di siang hari matahari menyinari dengan terang manusia yang sedang bangun. Di malam hari, bulanlah yang memandikan manusia yang sedang tidur dengan cahayanya yang lembut. Sehingga tak heran jika bulan juga selalu dikaitkan dengan impian, misteri, dan alam bawah sadar. bulandianggap memiliki daya magic, dapat mempengaruhi jiwa. Di dunia cinta kita dikenal istilah Pungguk merindukan bulan. Atau Di wajahmu kulihat bulan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Telah dekat datangnya waktu kiamatdan terbelahnya bulan. (QS. Al Qamar [54]: 1)</em></p>
<p>Majalah <em>Royal Wings</em> edisi Desember 2001 yang terbit di Yordania, memuat satu artikel menarik tentang bulan. Sudah sejak dahulu kala bulan menjadi simbol suasana romantis. Di siang hari matahari menyinari dengan terang manusia yang sedang bangun. Di malam hari, bulanlah yang memandikan manusia yang sedang tidur dengan cahayanya yang lembut. Sehingga tak heran jika bulan juga selalu dikaitkan dengan impian, misteri, dan alam bawah sadar. bulan dianggap memiliki daya magic, dapat mempengaruhi jiwa. Di dunia cinta kita dikenal istilah <em>Pungguk merindukan bulan</em>. Atau <em>Di wajahmu kulihat bulan</em>.</p>
<p>Dewi bulan menurut mitologi Romawi disebut Luna, sehingga dalam bahas Inggris orang yang kurang sadar disebut <em>lunatic</em>, tersihir bulan. Dalam Islam, kitab-kitab tafsir klasik dan fikih hanya mengulas fungsi  bulan sebagai alat dalam menentukan awal musim haji dan bulan puasa. Padahal begitu pentingnya peranan bulan bagi manusia, sehingga Allah bersumpah <em>Demi Bulan!</em>. Ia menjadikan bulan sebagai salh satu nama surt dalam Al Qur&#8217;an. Selain itu, bulan disebut sampai 24 kali di dalam kitab suci Al Qur&#8217;an.</p>
<p>Pada hakikatnya fungsi bulan bukan sekedar untuk menghitung tanggal, sebagai daya pembangkit birahi yang memicu musim kawin binatang, atau hanya sebagai suasana romantis bagi sebagian manusia. Benda bulat yang mendominasi langit pada malam hari itu ternyata sangat mempengaruhi kehidupan manusia secara fisik. Bahkan lebih jauh lagi, kelangsungan hidup manusia di masa depan sangat bergantung pada bulan. Bulan yang mengitari bumi berdiameter 3476 km. Ini sangat besar jika di banding dengan bulannya planet lain, seperti Phobos dan Deimos, dua buah bulan yang mengitari planet Mars yang hanya berdiameter 27 km dan 15 km. Bahkan, bulan kita lebih besar daripada planet Pluto yang hanya berdiameter 2324 Km. Bulan berjarak &#8220;hanya&#8221; 385000 km dari bumi, sehingga merupakan benda langit besar yang terdekat. Dengan demikian, bisa diduga pengaruhnya terhadap bumi juga akan besar. Gaya tarik menarik antara keduanya telah memperlambat putaran bumi setiap tahunnya sebanyak 1,5/1000 detik. Di samping itu bulan juga menjauh dari bumi sebanyak 3,8 cm setiap 100 tahun. Para Ahli menghitung bahwa pada awalnya, bulan hanya berjarak 23.000 km dari bumi. Ini berarti pada masa yang akan datang, bulan akan semakin jauh dan akan tampak kecil di langit, sehingga tidak dapat lagi menutupi matahari di waktu gerhana. Gerhana matahari total yang bisa menjadikan siang hari gelap, tidak bisa lagi di alami manusia. Maha Suci Allah yang memerintahkan kita untuk <em>Shalat Kusuf</em> -Sholat Gerhana- mumpung masih ada gerhana. Juga nantinya bulan purnama tidak lagi sebesar sekarang, dan cahayanya juga semakin redup. Maha Benar firman Allah, <em>&#8220;Dan (bila) cahaya bulan berkurang menghilang.&#8221;</em>(QS. Al Qiyamah [75] : 8 )</p>
<p>Disedotnya kecepatan rotasi bumi oleh bulan mengakibatkan siang dan malam semakin lama semakin panjang. Akhirnya berhenti. Sebelah bumi siang terus menerus. Allah mengisyaratkan hal itu dalm Surat Al Qashash [28] ayat 71 <em>&#8220;Katakanlah, &#8216;Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat.&#8217;&#8221;</em></p>
<p>Dan pada ayat berikutnya -Surat Al Qashash ayat 72- Allah menanyakan bagaimana bila siang hari terus menerus sampai hari kiamat, <em>&#8220;Katakanlah, &#8216;Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat.&#8217;&#8221;</em></p>
<p>Artinya, keadaan seperti itu akan terjadi dan belum berarti kiamat. Sambil berotasi, bumi berevolusi mengelilingi matahari dalam sumbu yang miring kira-kira 24 derajat, yang menimbulkan pergantian musim di belahan utara dan selatan bumi. Karena kecepatan putaran bumi berangsur-angsur berkurang, sumbu kemiringan tadi tidak mutlak sejajar terus, tetapi sedikit bergoyang seperti gasing yang putarannya makin lambat. Dalam kurun 26.000 tahun, sumbu ke rah bintang Polaris di kutub utara akan nampak membentuk lingkaran kecil di langit, bukan suatu titik yang tetap. Memang putaran itu kecil, tetapi tetap saja sumbu bumi terbukti bergoyang. Goyangan ini ternyata diredam oleh adanya bulan yang mengitari bumi, sehingga tidak semakin membesar dan membahayakan. <em>Subhanallah</em>.</p>
<p>Planet kembaran bumi, Venus, walaupun ukurannya persis sebesar bumi kita, tidak mempunyai bulan yang menstabilkan goyangan sumbu rotasinya. Di planet itu iklim tidak teratur, keadaan atmosfer di sana sangat ekstrim bagi kehidupan. Temperatur siang hari melebihi 500 derajat Celcius, tekanan udaranya 80 kali dari tekanan di bumi, sungguh suatu kondisi yang sangat mematikan. Syukurlah ada bulan mengitari bumi kita, yang menetralisir goyngan secukupnya untuk menstabilkan iklim dan atmosfer sesuai daya tahan manusia. Selain itu, kita juga mengenal pengaruh gaya tarik bulan dalam pasang surut air laut yang pada ujungnya mempengruhi pola makanan dan perkembangbiakan makhluk hidup di laut dan di darat. Suatu pola yang akan sangat berbeda bila ukuran bulan lebih kecil atau lebih besar dari sekarang. Juga apabila jarak bulan lebih dekat atau lebih jauh dari sekarang. Maha Suci Allah yang telah menetapkan <em>qadar</em> -ukuran yang pas- untuk bulan demi kehidupan manusia dan makhluk lain di permukaan bumi.</p>
<p><em>&#8220;Dan bulan telah Kami tetapkan tempatnya&#8230;&#8221;</em> (QS. Yaasiin [36] : 39).</p>
<p>Di masa depan, bulan juga menjadi harapan manusia untuk kelangsungan hidupnya. Jumlah manusia di muka bumi akan mencapai 15 milyar di tahun 2050. Ketika itu, sumber daya alam dan daya dukung planet bumi akan sangat kewalahan menanggung beban manusia. Mencari tempat <em>hijrah</em> keluar angkasa, ke planet-planet lain yang layak huni adalah ikhtiar yang harus ditempuh. Namun kesulitan dalam perjalanan migrasi yang maha jauh itu adalah beratnya perbekalan yang harus dibawa, berupa makanan, udara, air, bahan bakar, dan peralatan. Lain halnya bila di bulan terdapat air, maka muatan yang harus dibawa akan jauh lebih ringan.</p>
<p>Sebelum ini, ekspedisi ke bulan dinyatakan negatif akan adanya air. Sampai pada bulan Maret tahun 1998, pesawat Lunar Prospector mendeteksi adanya air es berasal dari komet yang berada pada kawah di kutub utara dan selatan bulan. Diperkirakan sebanyak 6 milyar metric ton air es tertanam 45 cm di bawah pasir. Penemuan itu membuka harapan baru. Air es di bulan dapat digali dan dengan memisahkan oksigen dari hidrogen bisa diproses menjadi udara untuk bernapas, air bersih untuk minum, hidrogen untuk baterai, dan oksigen cair untuk bahan bakar roket. Air merupakan syarat mutlak yang bisa diproses untuk kelangsungan hidup manusia di angkasa. Ini berarti bulan bisa menjadi pos stasiun pertama, darimana penjelajahan lebih jauh ke luar angksa bisa dilakukan. Dari bumi tidak usah membawa beban berat lagi. Lalu dengan mendirikan lagi pos-pos berikutnya di bulan yang mengitari planet lain, jaringan &#8220;pompa bensin&#8221; di padang angkasa luar akan terbentuk bagi mendukung eksplorasi dan ekspansi manusia ke wilayah-wilayah lebih jauh lagi di alam semesta. Allah telah memudahkan bulan bagi manusia untuk perjalanan <em>survival</em>-nya.</p>
<p><em>&#8220;Dan telah dimudahkan bagimu bumi dan bulan.&#8221;</em> (QS. Ibrahim [14]:33)</p>
<p><em>Shadaqallahul &#8216;azhiim.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dzikr.com/di-balik-romantisnya-bulan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Intifada (Rabbani)</title>
		<link>http://dzikr.com/intifada-rabbani/</link>
		<comments>http://dzikr.com/intifada-rabbani/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 19:56:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lirik Nasyid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dzikr.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Merdu lafaz syahdu
Jiwa pun merindu
Merakam rasa rindu
Gemersiknya lagu
Angin kota cahaya
Bertiup berarak
Kencang meredah maya
Hanya untuk Dia
Bangkit segar seirama
Meluruskan rentak safnya
Riuh-rendah basah lidah
Kalam wahyu mewangi di taman
Oh&#8230; semerbak harum bingkisan annur
Berterbangan tinggi ke Intifada
Oh merentas misi risalah suci
Mewangikan taman yang dicemari
Gema siang malam
Alunan suara
Burung turut bernyanyi
Zikir tidak henti
Lunak diukir seni
Halus menghiasi
Persada alam ini
Hidup tidak mati
Masihkah punya bicara
Menjalinkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Merdu lafaz syahdu<br />
Jiwa pun merindu<br />
Merakam rasa rindu<br />
Gemersiknya lagu</p>
<p>Angin kota cahaya<br />
Bertiup berarak<br />
Kencang meredah maya<br />
Hanya untuk Dia</p>
<p>Bangkit segar seirama<br />
Meluruskan rentak safnya<br />
Riuh-rendah basah lidah<br />
Kalam wahyu mewangi di taman</p>
<p>Oh&#8230; semerbak harum bingkisan annur<br />
Berterbangan tinggi ke Intifada<br />
Oh merentas misi risalah suci<br />
Mewangikan taman yang dicemari</p>
<p>Gema siang malam<br />
Alunan suara<br />
Burung turut bernyanyi<br />
Zikir tidak henti</p>
<p>Lunak diukir seni<br />
Halus menghiasi<br />
Persada alam ini<br />
Hidup tidak mati</p>
<p>Masihkah punya bicara<br />
Menjalinkan yang terpisah<br />
Semarak terus berusaha<br />
Pastinya ia akan berjaya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dzikr.com/intifada-rabbani/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Teknologi, Mempermudah atau Menjebak?</title>
		<link>http://dzikr.com/teknologi-mempermudah-atau-menjebak/</link>
		<comments>http://dzikr.com/teknologi-mempermudah-atau-menjebak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 19:54:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bedah Buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dzikr.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Menurut Naisbitt, kita kini hidup dalam keadaan yang disebut Zona Mabuk Teknologi. Secara tidak sadar kita telah memuja suatu benda yang bernama teknologi. Kita lebih suka menyelesaikan permasalahan secara kilat, dari masalah agama sampai masalah gizi.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul asli : High Tech High Touch : Technology and Our Search for Meaning<br />
Judul terjemahan : High Tech High Touch : Pencarian Makna di Tengah Perkembangan Pesat Teknologi<br />
Penulis : John Naisbitt, Nana Naisbitt, dan Douglas Philips<br />
Penerbit : Mizan, Bandung. 2001</p>
<p>Menurut Naisbitt, kita kini hidup dalam keadaan yang disebut Zona Mabuk Teknologi. Secara tidak sadar kita telah memuja suatu benda yang bernama teknologi. Kita lebih suka menyelesaikan permasalahan secara kilat, dari masalah agama sampai masalah gizi.</p>
<p>Cara kita hidup senantiasa berubah selama ratusan tahun terakhir ini, dan berubah drastis dalam sepuluh tahun terakhir. Pada jaman dahulu kehidupan manusia sangat bergantung pada alam. Orang bangun pagi saat matahari terbit dan tidur saat matahari terbenam. Panjang hari lebih didasarkan pada cahaya daripada jam, dan panjang tahun lebih didasarkan pada musim daripada kalender. Waktu ditetapkan oleh pasang surut air laut, siklus rembulan, musim, bintang, bayang-bayang, tanaman.</p>
<p>Namun kesadaran semacam itu hilang saat kita mengenal teknologi. Teknologi konsumen menjanjikan penghematan waktu dan tenaga kerja, membebaskan kita untuk melakukan kegiatan yang benar-benar penting, dan hanya sedikit orang yang menolak pendapat bahwa teknologi telah membuat hidup kita lebih mudah selama satu abad terakhir ini.</p>
<p>Dapat kita rasakan betapa sulitnya kita hidup tanpa teknologi. Bahkan anak-anak kita yang masih kecil pun sudah kita perkenalkan dengan teknologi. Anak-anak mulai keranjingan dengan video game dan nintendo, di mana tidak sering kita jumpai adegan kekerasan di dalamnya. Bahkan beberapa tindak kejahatan yang dilakukan anak-anak dikarenakan mereka terpengaruh oleh game yang mereka mainkan.</p>
<p>Bagian kedua buku ini mengajak kita memahami teknologi genetika yang telah bangkit, seperti rekayasa sel benih, kloning, rekayasa transgenik, rekayasa biologi, serta janji yang mereka usung, masalah sosial, medis, dan etis yang ditimbulkannya.</p>
<p>Dalam buku ini Naisbitt mengingatkan kita cara memaksimalkan manfaat teknologi sambil meminimalkan efeknya yang merusak kebudayaan kita. Karena sesuai tujuannya, buku ini ingin membantu kita dalam menemukan makna di tengah kepesatan perkembangan teknologi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dzikr.com/teknologi-mempermudah-atau-menjebak/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Hindari Bersu&#8217;udzon</title>
		<link>http://dzikr.com/tips-hindari-bersuudzon/</link>
		<comments>http://dzikr.com/tips-hindari-bersuudzon/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 19:51:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dzikr.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Ingin selalu husnudzon (berprasangka baik) pada orang lain? Ikuti saran berikut, dijamin Anda akan menjadi orang yang selalu berpikir positif tentang orang lain.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ingin selalu <em>husnudzon</em> (berprasangka baik) pada orang lain? Ikuti saran berikut, dijamin Anda akan menjadi orang yang selalu berpikir positif tentang orang lain.</p>
<ol>
<li>Memiliki sifat pemaaf (berlapang dada)<br />
Setiap manusia itu berbeda, baik sifat, sikap, perilaku, dan pendapat, karena itu tanamkan sifat pemaaf dengan memandang perbedaan itu sebagai sesuatu yang wajar, fitrah manusia.</li>
<li>Bermuhasabah (introspeksi diri)<br />
Pada dasarnya setiap manusia itu memiliki sisi baik dan sisi buruk. Ketika kita melihat sisi buruk orang lain, beristighfarlah, luruskan niat, dan introspeksi diri. Jangan sampai kita terjerumus pada apa yang kita lihat, ataupun membicarakannya pada orang lain dengan tujuan menjelekkan orang tersebut.</li>
<li>Menghindari perbuatan ghibah<br />
Sebagian besar prasangka buruk berasal dari ghibah. Sebab, lewat membicarakan aib orang tanpa kita sadari kita mencap seseorang seperti yang kita bicarakan.</li>
<li>Menjauhi sifat iri dan dengki<br />
Orang yang memiliki sifat iri dan dengki kemungkinan besar akan sering bersu&#8217;udzon terhadap orang lain. Dia akan selalu berpikir jelek setiap orang yang dianggap sebagai saingan.</li>
<li>Menjauhi sifat sombong<br />
Orang yang sombong (takabur) akan selalu menganggap orang lain lebih rendah, hati-hati hal ini akan memberikan peluang besar untuk bersu&#8217;udzon.</li>
</ol>
<p>(Sumber: Majalah Ummi edisi 6/XIII/2001)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dzikr.com/tips-hindari-bersuudzon/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Aku Mengenal Diriku</title>
		<link>http://dzikr.com/aku-mengenal-diriku/</link>
		<comments>http://dzikr.com/aku-mengenal-diriku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 19:48:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Intermezzo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dzikr.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Yazid Ibnul Muhallab pergi dalam suatu perjalanan dengan ditemani anaknya, Muawiyah. Mereka lalu dijamu oleh seorang wanita badui yang menyembelih kambing untuk keperluan jamuan itu.
Seusai makan, Yazid bertanya kepada anaknya, &#8220;Berapa uang yang kamu pegang?&#8221;
Muawiyah menjawab, &#8220;Seratus dinar.&#8221;
Yazid berkata, &#8220;Berikan semuanya pada wanita itu.&#8221;
Muawiyah menjawab, &#8220;Dia kan wanita yang fakir, tentu mau menerima pemberian sedikit. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yazid Ibnul Muhallab pergi dalam suatu perjalanan dengan ditemani anaknya, Muawiyah. Mereka lalu dijamu oleh seorang wanita badui yang menyembelih kambing untuk keperluan jamuan itu.</p>
<p>Seusai makan, Yazid bertanya kepada anaknya, &#8220;Berapa uang yang kamu pegang?&#8221;</p>
<p>Muawiyah menjawab, &#8220;Seratus dinar.&#8221;</p>
<p>Yazid berkata, &#8220;Berikan semuanya pada wanita itu.&#8221;</p>
<p>Muawiyah menjawab, &#8220;Dia kan wanita yang fakir, tentu mau menerima pemberian sedikit. Lagi pula dia tidak mengenal kedudukan ayah.&#8221;</p>
<p>Yazid lalu menjawab, &#8220;Kalau dia rela menerima sedikit, maka aku rela memberi banyak. Dan kalau dia tidak mengenal aku, maka aku mengenal diriku.&#8221;</p>
<p>(Sumber: Hikmah dalam Humor, Kisah, dan Pepatah)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dzikr.com/aku-mengenal-diriku/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menara Eiffel</title>
		<link>http://dzikr.com/menara-eiffel/</link>
		<comments>http://dzikr.com/menara-eiffel/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 19:46:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ensiklopedia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dzikr.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Menara Eiffel dibangun pada tahun 1889 dan diberi nama menurut nama pembuatnya yakni Alexander Gustav Eiffel. Menara Eiffel tingginya 300 meter. Tangganya berjumlah 1889 buah, sesuai dengan tahun pembuatannya. Biaya pembuatan menara Eiffel sekitar 6.5 juta Franch.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menara Eiffel dibangun pada tahun 1889 dan diberi nama menurut nama pembuatnya yakni Alexander Gustav Eiffel. Menara Eiffel tingginya 300 meter. Tangganya berjumlah 1889 buah, sesuai dengan tahun pembuatannya. Biaya pembuatan menara Eiffel sekitar 6.5 juta Franch.</p>
<p>Sampai tahun 1929, menara Eiffel merupakan bangunan yang tertinggi di dunia. Tetapi sekarang ini bangunan tersebut telah dikalahkan oleh gedung Khrysler Building di New York yang tingginya 320 meter.</p>
<p>(Sumber : <a href="http://anugrah.com">anugrah.com</a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dzikr.com/menara-eiffel/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Cerdaskah Kita?</title>
		<link>http://dzikr.com/cerdaskah-kita/</link>
		<comments>http://dzikr.com/cerdaskah-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 14:37:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tafakur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dzikr.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Cerdas itu suatu prestasi
Cerdas itu suatu prestise
Cerdas itu suatu kehormatan
Cerdas itu suatu kebanggaan
Di dunia ada Bill Gates, Linus Trovald, Thomas Alfa Edison, dan Einstein
Di Indonesia ada Pak Habibi, Pak Dirman, dan Pangeran Diponegoro
Mereka cerdas? Yaa&#8230;mereka cerdas, brilliant
Mereka orang-orang pilihan? Yaa&#8230; mereka orang pilihan, berotak cemerlang
Lantas&#8230; Bagaimana dengan kita?
Tenang&#8230;
Cerdas tak harus ber-IQ di atas 200
Rasulku Muhammad [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerdas itu suatu prestasi<br />
Cerdas itu suatu prestise<br />
Cerdas itu suatu kehormatan<br />
Cerdas itu suatu kebanggaan</p>
<p>Di dunia ada Bill Gates, Linus Trovald, Thomas Alfa Edison, dan Einstein<br />
Di Indonesia ada Pak Habibi, Pak Dirman, dan Pangeran Diponegoro<br />
Mereka cerdas? Yaa&#8230;mereka cerdas, brilliant<br />
Mereka orang-orang pilihan? Yaa&#8230; mereka orang pilihan, berotak cemerlang</p>
<p>Lantas&#8230; Bagaimana dengan kita?<br />
Tenang&#8230;<br />
Cerdas tak harus ber-IQ di atas 200<br />
Rasulku Muhammad mengabarkan&#8230;<br />
Dinamakan cerdas&#8230;,<br />
mereka yang sering mengingat kematian dan mempersiapkan bekal untuk akhiratnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dzikr.com/cerdaskah-kita/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mahalnya Nikmat</title>
		<link>http://dzikr.com/mahalnya-nikmat/</link>
		<comments>http://dzikr.com/mahalnya-nikmat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 14:33:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lentera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dzikr.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Nikmat. Yah, satu kata yang bisa digabung dengan kata “minum susu”-nikmat, atau kalo orang-orang kampung asal-usulku mengatakan “makan singkong bakar” pun-nikmat (yup,…karena saking susahnya mencari black forest, karena gak ada yang jualan, atau emang begitu berat merogoh kocek untuk memanjakan diri menikmati manis kue itu). Tapi nikmat kali ini kita sambungkan dengan kata Allah, jadi nikmat Allah.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entry">
<div class="snap_preview">
<p>Nikmat. Yah, satu kata yang bisa digabung dengan kata “minum susu”-nikmat, atau kalo orang-orang kampung asal-usulku mengatakan “makan singkong bakar” pun-nikmat (yup,…karena saking susahnya mencari <em>black forest</em>, karena gak ada yang jualan, atau emang begitu berat merogoh kocek untuk memanjakan diri menikmati manis kue itu). Tapi nikmat kali ini kita sambungkan dengan kata Allah, jadi nikmat Allah.</p>
<p>Sekian banyak nikmat yang kita terima dari Al Khaliq (hingga tak terhitung jumlahnya), sering kali membuat kita terlena, tak peduli untuk bersyukur, sekedar mengucap hamdalah aja gak teragendakan, sibuk dengan urusan dunia kita yang tak pernah habisnya. Baru ketika diuji dengan <em>reverse</em> nikmat itu, kita baru terjaga dari ke-alpa-an kita. Sebut aja, mahalnya nikmat sehat akan begitu terasa ketika kita sakit. Mahalnya waktu longgar akan begitu terasa ketika kita dalam himpitan kesempitan. Dua nikmat itulah yang dikabarkan Rasulullah sering dilupakan manusia. Karena 2 nikmat itu berpeluang manusia berbuat kesia-siaan yang menjauhkannya dari derajat mulia ketaqwaan.</p>
<p>Nah kalo kita bener-bener pengin mendapat predikat mulia di sisi Allah, satu jalan terpampang di hadapan kita : banyak-banyak bersyukur atas nikmat yang dikaruniakan Allah, sedikit banyak kita syukuri. Memahami syukur, melihatlah ke bawah. Artinya sekurang beruntung-beruntungnya kita, masih ada sekian banyak orang yang lebih tidak beruntung daripada kita. Ini berkebalikan dengan cara kita memahami amal shalih lho yaa… Merasa diri kita masih begitu dangkal amal kebaikan dan kemanfaatn kita dibanding orang lain, sehingga memacu kita untuk terus ber-<em>fastabiqul khairat</em>, berlomba-lomba terdepan membawa panji-panji kebaikan. Dan kebaikan tidak harus monumental, tapi bisa kita mulai dari yang kecil-kecil dahulu, sedikit-sedikit akan tetapi istiqomah. Jangan sepelekan amal-amalan kecil, karena boleh jadi dari amalan itulah kita bisa masuk surga, sebagaimana kisah wanita tua penyapu jalan yang dikabarkan Rasulullah menjadi penghuni surga. Atau kisah sahabat yang karena kelapangan hatinya meng-ikhlaskan kesalahan orang-orang yang melukainya menjelang tidurnya, menjadi penghuni surga pula. Atau Bilal yang karena keistiqamahannya menjaga wudhu&amp;shalat 2 rekaat sesudahnya, ternyata memberi kabar gembira bahwa terompahnya saja sudah didengar Rasulullah di surga. Alangkah indahnya. Semoga kita mendapatkan Nikmat Agung<em> jannah </em>dengan selalu mengingat akan mahalnya nikmat Allah, yang memunculkan semangat untuk bersyukur dan beramal shalih yang tak kan pernah padam selamanya.</p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dzikr.com/mahalnya-nikmat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
